![]() |
| Muntahan awan dan gas panas Gunung Sinabung |
Pada 17 Juni 2015 tercatat sebanyak 29 kali letusan. Letusan ini tercatat sebagai letusan terbesar sejak dinyatakan status Awas level Empat (IV). Erupsi Gunung Sinabung terjadi mulai pukul 00.00 WIB sampai 07.00 WIB, Sebanyak 29 kali guguran lava dan sembilan kali gempa tremor frekuensi rendah dengan amplitudo 0.5 sampai 5 mili. Pada pkl 6.45 terjadi luncuran wedus gembel atau awan panas dengan radius 3 kilometer ke arah tenggara dengan ketinggian abu 500 meter.(17/6/2015).
Potensi erupsi Gunung Sinabung hingga 18 Juni 2015 masih tinggi, status masih Awas level empat (IV). Bupati Karo, Sutopo menjelaskan pada Rabu (18/6) siang terjadi satu kali awan panas gugur dari puncak Gunung Sinabung dengan radius 2,5 kilometer ke tenggara dan guguran lava pijar sejauh 700-1.500 meter ke arah tenggara.
Hingga Kini jumlah pengungsi mencapai 10.377 jiwa terdiri dari 2.762 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 10 pos pengungsian yaitu di Desa Guru Kinayan, Desa Tiga Pancur, Desa Pintu Besi, Desa Sukanalu, Desa Beras Tepu, Desa Sigarang-garang, Desa Jeraya, Desa Kuta Rayat, Desa Kuta Gunggung, Desa Mardinding, Desa Kuta Tengah, Serta Dusun Lau Kawar.
Bupati Karo mendesak pemerintah untuk menyediakan tenda pengungsi, selimut, MCK, makanan tambahan Serta menyediakan psikolog untuk mengatasi trauma anak.
Sumber: dbs

Belum ada tanggapan untuk "Derita 10.377 jiwa Letusan Gunung Sinabung"
Post a Comment